Primbon
Dalam upacara perkawinan janur
menyimbolkan nur atau cahaya
yang menyinari banyak orang (lukisan wayang karya Herjaka HS)
yang menyinari banyak orang (lukisan wayang karya Herjaka HS)
Serial Primbon 95
TARUB (4)
Pemasangan tarub dan bleketepe bagi
masyarakat Jawa mencerminkan falsafah gotong royong. Meskipun para
tetangga bukanlah saudara, tetapi karena kedekatan tempat tinggal
dan hubungan baik antara keluarga, perilaku mereka seperti keluarga
dekat. Sehingga mereka dengan sukacita membantu pemasangan Tarub.
Kata tarub merupakan jarwa dhosok atau
kependekan dari kata ditata kareben murup, yang artinya ditata agar
bersinar. Bahan utama yang ditata dalam Tarub adalah: aneka dedaunan,
cengkir kelapa gading, tebu wulung, padi, pisang raja, Bleketepe dan
Janur. Janur adalah daun kelapa muda berwarna kuning cerah, membuat
suasana lebih meriah dan hidup. Karena kesesuaiannya dengan suasana
perkawinan yang agung dan hidup, juga sangat pas menjadi symbol
cahaya atau nur, fungsi Janur di dalam Tarub belum tergantikan.
TARUB (4)
Upacara pasang Tarub juga dilengkapi dengan aneka sesaji. Sesaji pasang Tarub menjadi sesaji utama dalam upacara perkawinan. Menurut kitab Jawa Kuna Purwaukara,. sesaji pasang tarub terdiri dari 27 kelompok yang masing-masing ditempatkan pada tambir kecil atau ancak. Ancak terbuat dari pelepah daun pisang segi empat kemudian diberi belahan bambu yang dianyam. Anyaman tersebut kemudian ditancapkan pada masing-masing sisi dalam segi empat pelepah pisang. Setelah itu diberi alas daun pisang. Ke duapuluh-tujuh sesaji tersebut mencitrakan kehidupan manusia mulai dari kelahiran sampai pada menjelang akhir hidupnya. Secara rinci ke 27 sesaji ini telah diterbitkan dalam wujud buku oleh Tembi Rumah Budaya. Urut-urutannya adalah : 1. sesaji bucalan, 2. tumpeng megana, 3. brokohan, 4. sanggan, 5. tumpeng robyong, 6. tumpeng gundul, 7. jerohan sapi, 8. ketan mancawarna, 9. pala kependhem, 10. pala kesampar, 11. pala gemantung, 12. empon-empon, 13. empluk-empluk (semacam periuk yang terbuat dari tanah liat dan diberi tutup), 14. ganten, perlengkapan nginang atau makan sirih 15. mentahan, 16. pisang ayu, 17. pisang raja pulut, 18. kolak kencana, 19. sega punar, 20. sega kebuli, 21. sega golong, 22. unjukan dan jajan pasar, 23. aran kembang, 24. sega liwet, 25. asrep-asrepan, 26. ketan kolak dan 27. kendhi. Setelah Upacara pemasangan Tarub, pada sore sebelum Midodareni atau malam menjelang upacara perkawinan dilakukan Upacara Siraman. Calon pengantin laki-laki dan calon pengantin perempuan, dimandikan dengan air bunga. Bunga yang dipakai adalah bunga setaman yang terdiri dari bunga kenanga, bunga mawar dan bunga melati. Yang memandikan adalah para sesepuh dari kedua belah pihak.
Disusun kembali oleh Herjaka HS
Dari Buku Primbon dan berbagai sumber
Posting Komentar untuk "primbon jawa | TARUB (4)"